Leadership Tansformative Millennial Era

     Kepemimpinan Transformatif di Era Millenial adalah suatu kondisi yang terjadi karena bonus demografi Indonesia yang masuk dalam Revolusi Industri 4.0. Di era ini seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima di era ini yang mengharuskan memiliki sifat-sifat yang berupa Creative Thinking ,New Skill,Critical dan Innovation. Hal ini lah yang  menjadi tenaga dan daya dukung yang luarbiasa dalam jiwa seorang pemimpin jika memiliki hal itu. Karena Revolusi Industri 4.0 ini lebih dominan ke sosial revolution cotw dan membangun sebuah karakter seseorang dan kedepan nya hal ini akan sangat dibutuhkan karena sejatinya seseorang yang meskipun dalam dirinya adalah seorang pemimpin namun ia tidak mempunya sebuah karakter dan sosial maka hal itu belum cukup. Kepemimpinan Transformatif ini mempunyai visi misi yang membawa organisasinya untuk mencapai sebuah tujuan yang dibangun dan dibuat ketika mereka hendak membangun suatu organisasi itu. Dalam membangun sebuah tujuan dibutuhkan sebuah seni, terlebih lagi hal ini sangatlah ditekankan di era millenial ini . Seni itu berupa inovasi ,Critical Thinking, Active Learning, problem solving, Creativity, Originality dan Design. Hal ini sangat ditekankan selain akademik atau kemampuan tetapi softskill sangatlah penting. Selain itu di kepemimpinan transformatif  sangatlah dibutuhkan pemimpin yang mempunyai karismatik dan mempunyai peran sentral untuk organisasinya. Berbicara mengenai karismatik bisa kita lihat dalam pemimpin-pemimpin dunia seperti Syayidina Umar Bin Khattab.Beliau sosok pemimpin yang sangat disegani baik dari pihak lawan atau kawan. Bahkan saking terhormatnya setan dan jin pun segan dan takut ke beliau karena sifat beliau ini,Ia bisa membawa Islam di masa kejayaan. Sifat ini lah yang harus ada dalam pemimpin millenial 4.0 saat ini. Lalu bisa kita ambil contoh Presdien pertama Indonesia Ir.Soekarna. Beliau selain di kenal sebagai Bapak Proklamator Indonesia,Belai juga dikenal sebagai seoarng memimpin yang memiliki sifat karismatik yang tinggi dan beliau juga berperan penting dalam menggapai kemerdekaan Indonesia. Dari beliau kita sadar  bahwa pemimpin itu harus mempunya skill baik dari dalam ataupun luar terlebih di era sekarang ini. Seperti yang dikatakan  Prof. DR. Bernat, M.Si  Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Univeritas Negeri Sebelas Maret bahwa  “di tahun 2022 sangat dibutuhkan keahlian skills outlook yang didalamnya dibangun keaktifan, kreatifitas yang harus selalu dipupuk teknologi dan kepemimpian.” Dari sini bisa diambil hikmahnya bahwa orang yang akan eksis di era millenial 4.0 adalah orang yang expert thingking, dan banyak bahasa. Sebagai seorang Mahasiswa sebagai kaum terdidik merupakan golongan pemuda yang paling diharapkan untuk bisa melahirkan gagasan-gagasan baru untuk menguatkan kemaslahatan bagi umat,bangsa dan negara. Latar belakang keilmuan serta aktivitas berorganisasi dan berjejaring semestinya bisa dimanfaatkan untuk bisa memunculkan golongan besar perubahan dan keberhasilan seseorang bukan hanya dari finansial, keahlian bidangnya, net working namun harus adas soft skillnya.