MENCOBA UNTUK MEMULAI KEMBALI

Pernah nggak, ditanya “sudah pernah menulis atau punya blog menulis?”
Kalau aku si sudah pernah saat seleksi Young Leaders 
Waktu itu dalam tahap interview, Mbk Tsania menanyakan hal itu kepadaku, sontak aku berfikir “apa ya!!!”, lalu “nggak mbk, belum pernah nulis sama sekali, tapi ada keinginan untuk mencoba” hehehe jawaban ku sudah familir banget gak si! Tapi tidak apa-apalah coba aja dulu
Singkat cerita,
tibalah hasil pengumuman dan alhamdulillah aku lolos ☺. First Gath pun datang dan diberitahukan kalau yang sudah diterima ini ternyata harus mengikuti kegiatan yang wajib “Youlead camp” namanya. Ternyata aku tidak bisa mengikuti kegiatan itu di Malang, tetapi aku tidak berhenti disitu saja. Aku mencoba untuk ikut kegiatan itu bukan di Malang namun di Solo dan ternyata dengan keikut sertaanku YOULEAD  dan di Solo ini yang menjadi awal perubahan.
--------------------
Hj. Umar Syaid Cokroaminoto berkata:
“Jika kalian ingin jadi pemimpin besar menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator”
Sepenggal lirik mars YOULEAD yang kudengar saat acara pembukaan YOULEAD CAMP diruang sidang gedung rektorat UNS Solo. Menurutku lirik itu menyindirku dengan kuat segaligus  memberikan tekanan karena dalam hatiku aku berkeinginan menjadi seorang pemimpin yang besar apalagi saat itu aku adalah ketua umum rohis fakultas
Niatan untuk menulis diperkuat lagi dengan mengenal teman baru di acara itu dan perkenalan ini membawa dampak positif padaku. Namanya juga baru kenal ya seperti pada umumnya, nama, asal, jurusan, fakultas, dan angkatan. Namanya Ghufron fakultas hokum UNS angkatan 2017 orangnya asik dan dia menjadi pembaca doa saat itu dan aku berfikir “wow, pasti ni anak sholeh dan pandaingaji” ternyata yang aku fikirkan benar yaitu ketika aku diberitahu oleh Nalud kalua dia pada waktu itu sedang beramanah sebagai ketua umum FH UNS 2019. “hhhm pantes” dehemku saat itu
Alhasil kami tukeran IG dan aku kepoin IG dia (hehehe harap dimaklumi ☺). “disetiap foto dia selalu mencantumkan caption yang bagus-bagus disusun dengan kata-kata yang menarik membawa si pembaca masuk ke dunianya ”kataku saat melihat IG nya dan ketika itu juga aku berfikir “dia sama kayak aku ketua umum rohis fakultas, tapi dia pandai mengolah kata”, di saat itu aku berkeinginan untuk mencoba menulis caption dulu
Tahap pertama yang ku mulai yaitu mencoba menulis di caption IG, satu demi satu setiap post foto ku lampirkan caption yang berbalut dengan kata-kata panjang dll. Satu demi satu terasa susah-susah gampang namun tetap kulanjutkan untuk menulis sampai beberapa postingan
Namun rasa itu sudah mulai hilang dan bosan ditambah dengan padatnya kegiatan yang membuatku kewalahan untuk menulis alhasil kegiatan menulis di caption ku lupakan dan tidak menulis lagi sejak itu
Saat itu malam-malam temanku Ningrum bertanya padaku
“Za kok saiki awakmu gak pernah nulis yo?” ujurnya ,
“Nulis opo emang?” tanyaku saat itu karena aku tidak tau menulis yang mana yang dia maksud
“Nulis caption ng IG”
“Woalah,iyo si emang wes jarang saiki” kataku saat itu
Aku tak tau harus bagaimana, memang dengan padatnya kegiatan, capek, rasa malas dan konten untuk menulis tidak ada membuat aku jarang menulis caption lagi. Namun ternyata ada yang mengingatkanku untuk menulis lagi
Hatiku tergerak dan semangat untuk menulis kembali, tanpa fikir panjang aku langsung menggerakkan tubuhku untuk membuka leptop dan hp dan mencari tau bagaimana cara buat sebuah Blog tulisan yang sebelumnya memang ada keinginan untuk mempunyai blog menulis.
Alhasil blogpun jadi dan akupun memulai menulis di blog pribadiku, “akhirnya jadi dan punya juga blog menulis” ujurku kala itu karena senang sudah kesampaian dan aku langsung menghubungi Ningrum untuk melihat tulisanku di blog (hehehe ☺). 
Setelah satu post tulisan selesai, aku memulai menulis kembali satu demi satu namun tidak aku post di blogku dan hanya menulis saja . Lama kelamaan akupun tidak pernah menulis blog lagi ditambah lagi dengan lupa akan email untuk login di blogku.
Hari demi hari kulalui dengan tidak memberikan inspirasi memalui menulis
Hari berjalan seperti  biasa
Satu demi satu kegiatanku mulai normal
satu demi satu capek itu hilang dan
Satu demi satu  liburan semesterpun tiba
Liburan semester kali ini kugunakan untuk tetap belajar, yang biasanya belajar matakuliah di kampus kugunakan liburan ini untuk belajar Bahasa inggris,,, Yaps Parelah tempat yang ku pilih kala itu selama 1 bulan di sana
Meski liburanku untuk belajar, aku tetap tidak mau untuk kehilangan info dan main social media, seperti anak pada umumnya ketika main sosial media khususnya IG, scoll sana sini diberanda dan aku menemukan postingan temanku saat itu, namun ia terlihat berbeda yang dulunya jarang menulis dan jarang kelihatan di IG namun sekarang berbalik menjadi yang suka menulis di caption dengan kata-kataya yang menginspirasi 
Waktu seolah berhenti sejenak  dan akupun merenung,
“kok bisa ya dia sekarag begini dengan kata-kata yang hebatnya! Apakah karena ia berada di amanah itu?” ujurku kala itu
“hhhm aku tidak boleh kalah meski sudah demis” semangatpun mulai tumbuh lagi pada diriku kala itu
Kata demi kata kurangkai kembali, kata demi kata ku balut dengan suasana hati, dan aku teringat saat di kamar camp meski malam menjelang pagi hadir  aku tetap menulis dalam keadaan kegelapan kamar. Hal ini kulakukan karena semangat sedang membara untuk memulai menulis lagi dan tidak mau kalah dengan temanku saat itu
Post caption, post caption kulakukan dan aku gembira dengan kegiatan tersebut sampai hal ini aku lakukan sekitar 1 bulan menulis caption. Ya…. Setidaknya ada peningkatan dari yang dulu ☺
Namun lagi dan lagi rasa itu sudah mulai pudar menjadi hilang tak berbekas
hari demi hari kuliwati seperti biasa dan waktu demi waktu berjalan menghiasi hariku meski sepanjang itu ku melihat beberapa teman memulai menulis di blog mereka masing-masing tetapi entah mengapa aku tak bergerak sama sekali dengan hal itu
Sampai tiba masa dimana banyak orang sakit dari biasanya, masa dimana beberapa orang meninggal, masa dimana beberapa orang sembuh atas sakitnya, masa dimana terjadi krisis ekonomi, masa dimana semua media memberitakan hal yang sama, masa dimana stress terjadi, masa dimana semua orang harus Work From Home (WFH) dan masa dimana terjadi lockdown dan social distancing yaitu coronavirus atau covid-19
Kejadian itu membuat semua kegiatan yang identic dengan keramaian haruslah dihentikan dan harus dilaksanakan dari rumah salah satunya kuliah dari rumah. Mengingat aku ini sebagai mahasiswa basi alias mahasiswa tingkat akhir disela-sela  mengerjakan TA dan kegiatan di rumah membuat aku cepat bosen dan bingung harus ngapain 
Malam itu terbesit dalam fikiranku “ngapain ya! Hhhm…. Enak deh kalau menulis lagi sepertinya” maka aku coba buka hp untuk melihat IG teman-temanku yang sekiranya mempunyai blog menulis sendiri…. 
Satu demi satu kucari dan ku buka blog temanku yang sekiranya bagus bagiku, saat itu aku menemukan link blog yang ku lihat  di profil IG Mbk Tsania. Menurutku sangat professional padahal itu baru ku lihat dari nama link blog nya dari profil IG nya. Sempai geleng-geleng diri ini karna melihat tulisan di blognya karna terlihat bagus banget dan rapi tulisannya ditambah lagi dia menulis sudah bertahun-tahun dari 2016-sekarang. “wow gila bagus banget hhhm.. pantes saja jadi mawapres ” kataku kala itu
Besok paginya aku Tanya ke Mbk tsania tentang blognya dan saat itu juga aku mulai merasa semangat tumbuh kembali untuk memulai  dan kembali mengisi waktu-waktuku
-------------
Dari sini aku belajar bahwa berjuang sendirian itu sangat tidak enak karena harus dilakukan dengan sendirian dan dari sini aku belajar bahwa mempunyai seorang teman baik yang banyak ditambah lagi dengan berbagai macam kreteria teman yang kita miliki dengan kelebihan mereka masing-masing membuat diri kita menjadi terpacu untuk bergerak kedepan dan teman itu juga sebagai pengingat kita untuk berbuat kebaikann jika kita lalai atas suatu hal dan menjadi penyemangat ☺
Lingkungan itu sangat mempengaruhi perkembangan diri, jika mendapat lingkungan baik maka kemungkinan besar diri kita juga akan baik dan jika mendapat lingkungan kurang baik ada kemungkinan juga diri kita juga tidak baik
So, berhati-hati dalam memilih teman, lingkungan dan tetap menginspirasi dengan gaya atau ciri khas kamu. Semoga tulisan dan blog ini tidak hanya berhenti sampai sini saja dan terus berlanjut hingga Allah memerintahkan untuk berhenti umur ini.
Waallahu a’lam bissowab

Magetan, 31 Maret 2020

Mirza Afrizal