Dirimu Sudah Berjuang
“kurang 4 menit lagi ni siap-siap ya,” ujurku pada adikku saat menemaninya menunggu hasil SNMPTN 2020
Hari Rabu 08 April 2020 13.00
WIB pengumuman SNMPTN 2020 tiba. Waktu seakan mundur menyapaku dengan indah mengingat kejadian 3
tahun lalu. Ia hadir di saat aku menunggu dan menemani adikku, namun ia hadir
bukan untuk ku.
Hari ini ceria, sedih hadir
mengerumini siswa pendaftar, ternyata bukan hanya pendaftar yang was-was ada juga
kawan-kawan,keluarga dan guru yang sama-sama mengharapkan sebuah hasil yang
menyenangkan yang akan mendatangkan sebuah gambaran suka cita masa depan dan hasil pasti ada kegagalan dan keberhasilan dalam seleksi pasti ada karna ia
sebagai pelengkap bumbu-bumbunya.
Setelah semua tahu hasilnya, muncul beribu ekspresi pada pendaftar, ada kalanya mereka senang dengan hasilnya ada kalanya mereka biasa saja dan mungkin yang paling sakit ekspresi kecewa atas kegagalan menerima warna merah, selain itu muncul beribu ucapan
selamat ataupun semangat. Ucapan yang selalu hadir untuk mereka yang akan selalu memberikan value pada diri mereka.
Saat itu juga aku tetuju pada story wa temenku, “teringat 3 tahun lalu perjuangan yang begitu melelahkan, kalian yang belum lolos jangan berkecil hati ya.” Kalimat itu seakan hanyut begitu saja dan membawaku mundur 3 tahun lalu, teringat bagaimana dahulu perjuangan yang harus aku jalani dalam menggapai kampus impian demi mendapatkan warna hijau dalam pengumuman.
Sungguh pengalaman yang luar biasa bagaikan mengarungi lautan luas dengan berbagai tantangan yang menemani pelayaran dalam masa perjuangan meraih kampus impian demi sebuah studi proses kehidupan.
Saat itu juga aku tetuju pada story wa temenku, “teringat 3 tahun lalu perjuangan yang begitu melelahkan, kalian yang belum lolos jangan berkecil hati ya.” Kalimat itu seakan hanyut begitu saja dan membawaku mundur 3 tahun lalu, teringat bagaimana dahulu perjuangan yang harus aku jalani dalam menggapai kampus impian demi mendapatkan warna hijau dalam pengumuman.
Sungguh pengalaman yang luar biasa bagaikan mengarungi lautan luas dengan berbagai tantangan yang menemani pelayaran dalam masa perjuangan meraih kampus impian demi sebuah studi proses kehidupan.
----------
Sedikit bercerita, dulu aku sangat ambis dalam menggapai kampus
impianku yaitu IPB (Insitut Pertanian Bogor). Aku memilih kampus ini karna saat itu
agama menjadi prioritasku dan IPB lah yang menurutku kampus dengan agama yang
bagus. Kalau soal kampus
dan agama aku tidak main-main dan aku wujudkan dengan pilihanku saat itu dengan
mengambil jurusan Statistika dan manajemen dan pilihan ke 3 aku mengambil Brawijaya
dengan jurusan Statistika. Namun Allah berkata lain dan SNMPTN bukan tempatku.
SBMPTN, Ketika SBM aku mengambil UB dan IPB mencoba hal baru dengan memindah pilihan kampus, namun SBM belum rezekiku. Masih belum menyerah kucoba mengikuti UTUL UGM namun tetap sama. Mandiri UNDIP, IPB, UM, UNS, UNAIR, STAN, POLINEMA menjadi tempat mencoba keberuntunganku selanjutnya. Saat itu harus langsung ke asal kampus langsung kecuali STAN yang dilaksanakan di Surabaya dan ternyata hasilnya tetap sama.
Aku tak berhenti begitu saja,
dorongan dari keluarga sangat membantuku saat itu, kalau tidak ada mereka
mungkin aku sudah menyerah dan mengulang di tahun depan. Akhirnya aku mencoba
SBMPTBR di Universitas Negeri Jember dengan fakultas pertanian. Berangkat dan pulangpun aku masih sendiri dikala yang lain mungkin bersama keluarga atau teman-temannya dan harus menempuh PP sekitar 16 jam lamanya dengan bus malam. Beberapa minggu kemudian hasilnyapun keluar dan "alhamdulillah keterima di fakultas pertaian." Senang rasanya akhirnya keterima namun hal itu datang ketika rundingan dengan keluarga dan aku harus merelakan melepasnya karna aku buta warna parsial yang nantinya akan mempengaruhi ketika kuliah dan di dunia kerja.
Semua kejadian itu ternyata lama kelamaan membuat rasa menyerah itu tumbuh, putus asa dengan semua kejadian itu dan memutuskan untuk geap year. Sempat bercerita ke orang tua dengan keadaan ini dengan panjang lebar dan aku merasa jahat sekali ketika melihat raut muka kedua orang tua ku, dan sebenarnya juga berat untuk memutuskan hal ini. Namun tiba-tiba "Za, ini ada info pendaftaran Vokasi UB dari Om Tanto" ujur bapakku. Mungkin ini taqdir dari Allah untuk aku mencoba kembali namun aku tidak hanya mengandalkan vokasi UB , aku coba untuk mendaftar D3 Akuntansi UNEJ dan D3 Akuntansi UNDIP. UNEJ ku tempuh lebih dahul untuk tes dan setelah tes langsung ku putuskan untuk ke Malang tes D3 Akuntansi UB. Setelah semua beres, pulang ke rumah menjadi pilihanku sembari beristirahat. Selang beberapa harinya aku berangkat ke Semarang bersama bapak tes di UNDIP, mungkin ini hal baru namun berkesan. Ketika perjalanan pulang di bus, ternyata pengumuman D3 UB sudah di buka dan akhirnya "Selamat anda diterima di D3 Akuntansi UB." dan selang beberapa hari kemudian "selamat anda di terima di D3 Akuntansi UNEJ. dan "Maaf anda belum keterima di D3 Akuntansi UNDIP."
Semua datang bertubi-tubi dengan suasana yang sangat indah di pinggir kepasrahan dan menyerah ternyata Allah punya rencana yang begitu indahnya.
Setelah berunding dengan keluarga besar akhirnya diputuskan untuk memilih D3 Akuntansi UB karna salah satu alasannya "bakso malang enak." ujur bulek ku. Yaps Memang bagiku malang tempat yang sangat enak dan bagus dengan suasanya yang dingin dan tidak panas untuk mendukung hal belajar mengajar terlebih disana sudah ada keluarga yaitu mas dan pakde bude keluarga. Hal ini membuat pilihanku semakin mantap untuk memilihnya tuk menjadi bagian dari cerita hidupku.
----------
Semua kejadian itu ternyata lama kelamaan membuat rasa menyerah itu tumbuh, putus asa dengan semua kejadian itu dan memutuskan untuk geap year. Sempat bercerita ke orang tua dengan keadaan ini dengan panjang lebar dan aku merasa jahat sekali ketika melihat raut muka kedua orang tua ku, dan sebenarnya juga berat untuk memutuskan hal ini. Namun tiba-tiba "Za, ini ada info pendaftaran Vokasi UB dari Om Tanto" ujur bapakku. Mungkin ini taqdir dari Allah untuk aku mencoba kembali namun aku tidak hanya mengandalkan vokasi UB , aku coba untuk mendaftar D3 Akuntansi UNEJ dan D3 Akuntansi UNDIP. UNEJ ku tempuh lebih dahul untuk tes dan setelah tes langsung ku putuskan untuk ke Malang tes D3 Akuntansi UB. Setelah semua beres, pulang ke rumah menjadi pilihanku sembari beristirahat. Selang beberapa harinya aku berangkat ke Semarang bersama bapak tes di UNDIP, mungkin ini hal baru namun berkesan. Ketika perjalanan pulang di bus, ternyata pengumuman D3 UB sudah di buka dan akhirnya "Selamat anda diterima di D3 Akuntansi UB." dan selang beberapa hari kemudian "selamat anda di terima di D3 Akuntansi UNEJ. dan "Maaf anda belum keterima di D3 Akuntansi UNDIP."
Semua datang bertubi-tubi dengan suasana yang sangat indah di pinggir kepasrahan dan menyerah ternyata Allah punya rencana yang begitu indahnya.
Setelah berunding dengan keluarga besar akhirnya diputuskan untuk memilih D3 Akuntansi UB karna salah satu alasannya "bakso malang enak." ujur bulek ku. Yaps Memang bagiku malang tempat yang sangat enak dan bagus dengan suasanya yang dingin dan tidak panas untuk mendukung hal belajar mengajar terlebih disana sudah ada keluarga yaitu mas dan pakde bude keluarga. Hal ini membuat pilihanku semakin mantap untuk memilihnya tuk menjadi bagian dari cerita hidupku.
----------
Bersyukur pada diri sendiri yang telah kuat tanpa batas untuk memperjuangkan keinginan yang menaruh harapan besar kepadamu untuk masa depan. Bersyukur pada orang-orang yang selalu ada meski kamu dalam keadaan terpuruk sekalipun dan Bersykur karena kamu dikelilingi orang-orang hebat yang belum tentu semua orang mendapatkan kesempatan sepertimu.
Dibalik apapun yang telah terjadi baik dari hal kecil sampai hal besar yang kamu suka atau tidak kamu sukai semua akan ada keindahan yang Allah datangkan pada diri kamu yang tanpa kamu sadari sebelumnya dan akan terasa nikmat luar biasa yang akan hadir pada dirimu.
Perjuangan mu itu belum apa-apa dan belum siapa-siapa karna kamu belum menjadi apa-apa. Perjuangan dibalut dengan kegagalan akan terasa nikmat yang tiada habisnya jika dibandingkan dengan perjuangan yang lurus melaju dengan santainya karena dengan lika-liku ujian perjuangan yang akan mengasahmu dengan tajamnya seperti pedang samurai yang tanpa kamu sadari sebelumnya.
Sungguh beruntung bagi kamu yang mengalami kegagalan dan sungguh beruntung pula kamu yang sudah berjuang dengan tetes darah penghabisan. Mungkin kamu lebih dari itu
Magetan, 08 April 2020
Mirza Afrizal
Dibalik apapun yang telah terjadi baik dari hal kecil sampai hal besar yang kamu suka atau tidak kamu sukai semua akan ada keindahan yang Allah datangkan pada diri kamu yang tanpa kamu sadari sebelumnya dan akan terasa nikmat luar biasa yang akan hadir pada dirimu.
Perjuangan mu itu belum apa-apa dan belum siapa-siapa karna kamu belum menjadi apa-apa. Perjuangan dibalut dengan kegagalan akan terasa nikmat yang tiada habisnya jika dibandingkan dengan perjuangan yang lurus melaju dengan santainya karena dengan lika-liku ujian perjuangan yang akan mengasahmu dengan tajamnya seperti pedang samurai yang tanpa kamu sadari sebelumnya.
Sungguh beruntung bagi kamu yang mengalami kegagalan dan sungguh beruntung pula kamu yang sudah berjuang dengan tetes darah penghabisan. Mungkin kamu lebih dari itu
Magetan, 08 April 2020
Mirza Afrizal

0 Komentar