Tak terasa 1 bulan telah berlalu dan hari ini, hari dimana aku telah meninggalkan kota perantauan yang dingin dengan kampus perjuangan untuk sementara waktu. Meninggalkannya bermula dari campur aduknya hiruk pikup  tugas akhir dan beristirahat untuk menenangkandiri di kampung halaman  desa madinah Indonesia yang sangat menenangkan dan nyaman sekali sebagai tempat menetap maupun singgah.



Hal ini niat awal hanya sementara waktu dan nantinya akan kembali  lagi ke realita yang asli di awal April untuk menuntaskan apa yang menjadi tanggung jawab disana.



Namun niat dibalik niat pulang ini kulakukan atas dasar menyingsing dari keramaian  kasus virus corona atau covid-19 di kota perantauan yang jumlahnya semakin meningkat. Alhasil jalan pulang aku tempuh meski hanya sementara dan awal April kan kembali ke medan perjuangan. 


Sangat terasa sekali, pulang ini dalam keadaan tidak seperti pulang-pulang sebelumnya. Berbeda dari yang biasanya. Dimana-mana semua orang terlihat bermulut putih.
Semua orang menyeprotkan air ke tangannya dan semua diperiksa dengan alat suhu

Yaaa….ini dampak dari covid-19

 Melihat kondisi dan banyaknya postingan dan berita tentang covid-19 ini membuat perasaan was-was namun hati yang dalam berkata ingin pulang. Perasaan itu sangat dalam, karena harus pulang dari kota perantauan red zone ke kampung halaman masih suci.



Selalu terfikir jika nantinya diri ini sebagai pembawa penyakit bagi keluarga. Namun siapa sangka rasa ingin pulang itu cukup tinggi dari pada kekhawatiran ini.
Alhasil dengan rasa ingin pulang yang sangat tinggi ini, mau tidak mau kewaspadaanpun harus ditungkatkan dari sebelumnya karena ini salah satu antisipasinya. Memakai masker, hand sanitizer, menghindari keramaian dan berdesak-desakkan.


Dengan bekal dan rencana yang cukup matang ini akhirnya aku melaju dengan penuh kehati-hatian dengan doa yang diikat lebih kencang dari pada sebelumnya ku bawa raga ini melaju ke kampung halaman , 


Ya. Diri ini hanya begitu saja. Hanya bisa berusaha dan berdoa kepada sang Khaliq , semuanya tergantung dengan dia.
Manusia bisa apa!
Sungguh...begitu lemahnya

#Selfreminder