Di era zaman yang semakin maju ini kita terbuai oleh perkembangan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampaknya bisa kita rasakan dari berbagai sektor yang ada mulai dari munculnya bisnis-bisnis yang baru di buka, bersaingnya pebisnis dengan memanfaatkan perkembangan yang ada, naiknya UMR dengan siknifikan, munculnya penemuan baru sampai teknologi guna mendukung ekonomi sampai dengan ilmu pengatahuan. Namun khusus dalam tulisan ini akan membahas mengenai teknologi.

Teknologi menurut wikepedia adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dalam pengertian tersebut dapat di garis bawahi bahwa teknologi digunakan untuk memudahkan hidup manusia. Hal ini didukung dengan munculnya robot/ AI (Artificial Intelligende), Internet, Gatget/HP, dan masih banyak hal lagi.

Pada tahun 1750-1859 merupakan tahun dimana revolusi indrustri terjadi secara besar-besaran dalam bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi (dikutip dari Warta Ekonomi.co.id).  Dalam hal Revolusi industri muncul berbagai macamnya mulai dari revolusi industry 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 dan akan memasuki industry 5.0.

Dikutip dari www.wartaekonomi.co.id bahwa:
Revolusi industri 1,0 menjadi awal peralatan kerja yang dulunya dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan dalam revolusi indurstri 1.0 ini penemuan berupa mesin uap di temukan di Inggris. Namun dibalik hal ini terdapat dampak negatifya yang berupa penemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah pabrik. Revolusi Industri 2.0  beralihnya mesin uap dan digantikan dengan listrik. Di akhir abar 1800 an mobil mulai diproduksi secara masal dan dalam produksinya para perakit sudah menggunakan tenaga listrik yang jauh lebih mudah dari pada tenaga uap. Selain itu hal ini juga berdampak pada sector militer dengan diprosukdinya ribuan tank, pesawat, dan senjata dari pabrik.  Revolusi Indrustri 3.0 manusia sudah tidak memiliki peranan yang penting, revoluasi ini abad indrustri perlahn-laha berakhir dan mulai era informasi. Dalam revolusi ini dipicu dengan mesin yang bergerak dan berfikir secara otomatis yaitu computer dan robot. Komputer pertama dikembangkan pada era perang dunia II untuk memecahkan kode buatan Nazi jerman yaitu computer bernama Colossus. Dan computer tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik 8.500 watt.  Revolusi Industri 4.0  adalah tren di dunia industry yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber. Pada Industri 4.0 teknologi manufaktur udah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing. anyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan teknologi yang terjadi. Memang perubahan seringkali diiringi banyak dampak negatif dan menimbulkan masalah-masalah baru. Namun, perubahan juga selalu bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

Simpulannya, revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.