Saat diri ini menuliskan kalimat ini, diri ini merasakan dampak dari media sosia yang begitu kuat mengenai keluhan postingan seseorang. Postingan itu tentang sebuah foto yang menurutnya jelek.

Aku merasa jelek atau bagus itu relative penilaian masing-masing orang, mungkin orang A berkata bagus dan orang B berkata jelek, namun bagiku sebuah foto bukan tentang bagus atau jelek karena itu bonus tetapi yang terpenting dari semua itu makna foto itu, makna yang tidak bisa digantikan dengan apapun karena momen itu susah untuk terulang dengan suasananya dan dengan makna bisa belajar arti kehidupan.

Meski begitu,aku  sudah terbiasa menemui hal demikian, bukan hanya aku saja ternyata dari kalian mungkin juga pernah.

Bagi kita, apa yang kita posting itu sesuatu yang berharga tak ternilai harganya, jarang ditemui adalah alasan kuatnya. Terkadang sebuah postingan menjadi sesuatu yang berharga seperti berkumpul bersama kawan-kawan yang bisa jadi sudah lama engga bertemu atau LDR, bisa jadi postingan itu bermakna karena suasana dengan aura positifnya, dan terkadang dari kita  media sosial menjadi tempat penyiman foto-foto kita.

Sebagian dari kita,
media sosial untuk membagikan kenangan kebahagiaan, namun ternyata engga semua kebagahiaan perlu di bagikan karena bisa jadi teman-teman kita yang melihat postingan bisa jadi dia terpicu untuk meraih agar menjadi bahagia pula namun disisi lain, bagaimana dengan yang blm bahagia? Apa yang bisa kita lakukan.

Kita posting foto makanan yang lezat dan mahal, namun bagaimana dengan teman-teman kita yang sedang kelaparan.

Kita posting tempat yang begitu indah terlebih itu ada di luar negeri, tetapi bagaimana dengan teman-teman kita yang boro-boro untuk wisata, untuk wisata local pun susah.

Kita memposting tentang kelebihan kita yang cantik atau ganteng, lantas bagaimana dengan teman kita yang masih insecure dengan dirinya sendiri!

Mungkin kita akan berdalih dengan berbagai hal, dan berkata:

“kalau belum bisa bahagia ya berusaha dong dan ini kan juga hak ku”

Namun apakah kita sadar, ternyata hidup di zaman sekarang ini sudah susah sekali, bisakah kita saling memahami?